Posts

Kota Maritim, Mata Air Dunia

Image
KONSEP MAKRO 3 IKAN PESUT & BURUNG ENGGANG Keseimbangan Alam Semesta Kearifan Lokal Sundaland Kearifan Lokal Dayak Trias Politika 3 Kriteria Utama Desain Ibu Kota Negara “ 5Konsep Makro yang serba 3 itulah yang akan menjaga Persatuan Indonesia sesuaidengan Sila ke 3 dari Pancasila “ Keseimbangan Alam Semesta Bayangkan kita sedang naik sepeda. Kalau kita tidak mampu menjaga keseimbangan, maka hanya dalam dua atau tiga kayuhan sepeda sudah akan rubuh. Namun begitu kita bisa menjaga sepeda tetap seimbang, maka kita bisa menempuh berpuluh-puluh kilometer dan tetap tegak. Bisa kita bayangkan betapa seimbang alam semesta ini yang bisa bertahan selama berjuta-juta tahun. Seandainya keseimbangan itu terganggu sedikit saja, niscaya akan runtuhlah alam semesta ini. Allah lah yang memelihara alam semesta ini agar tetap seimbang. Kearifan Lokal Sundaland Bermukim dalam tradisi masyarakat Banten Kidul tidak hanya sebagai tempat tinggal,...

Punclut, Salah Satu Benteng Alam yang Harus di Selamatkan !

Image
Pagi itu, aku di ajak kawan lama untuk bertemu salah satu tokoh masyarakat Punclut untuk berdiskusi tentang degradasi lingkungan dan sosial yang terjadi di kawasan Bandung Utara. Bagiku, Punclut adalah salah satu tempat yang istimewa dalam perjalanan hidup seorang anak kampung yang menghabiskan waktu pendidikannya selama 11 tahun di Kota Bandung. Punclut adalah tempat kami berlatih Navigasi dan Orienteering. Punclut adalah tempat kami berlatih tentang kepemimpinan. Dan Punclut adalah tempat kami menikmati Kota Bandung sambil lesehan sarapan pagi. Sekarang, Punclut menjadi salah satu magnet kawasan wisata yang berkembang sangat cepat. Hutan beton dan pertanian tumbuh sangat cepat menggantikan hutan alami dan pepohonan. Belum lagi masyarakatnya yang merasa terpinggirkan dan dibayang-bayangi oleh konflik sengketa tanah. Setiap akhir pekan, jalanan menuju Punclut selalu macet dan antri. Kita, memang tidak berdaya untuk melindungi kawasan Punclut sebagai salah satu Bente...

Tabungan Emas Hijau (T.E.H.) Bambu

Image
Apa artinya uang Rp. 50.000,- bagi anda ? Buat yang perokok, uang tersebut hanya cukup untuk 1 atau 2 bungkus saja. Buat bensin hanya cukup 5 sampai 8 liter saja. Buat makan minum? Ya paling 1 atau 2 kali per orang. Tapi, jika anda membelanjakan uang tersebut untuk membeli 1 bibit bambu, kemudian ditanam dan dirawat, maka dalam jangka waktu 1 sampai 3 tahun, bibit bambu tersebut akan menjadi rumpun bambu yang bisa memberikan Mata Air Kehidupan. Tidak hanya uang yang dihasilkan, tapi lingkungan yang aman dan nyaman. Uang Rp. 50.000,- untuk membeli 1 bibit bambu. Di tanam di lahan seluas 9m2 sampai 100m2. Dalam waktu 1 sampai 2 tahun, bibit mulai menjadi rumpun bambu. Akarnya mengikat tanah dan menyerap air hujan. Batangnya menyimpan air bersih, memecah angin dan d aunnya menahan air hujan, membagi sinar mentari, menyerap debu, bau, CO2 dan melepaskan Oksigen. Dalam waktu 3 tahun, rumpun bambu siap dipanen untuk digunakan sebagai sumber makanan, minuman, kerajinan, kertas...

Kota Terapung, Bantam Floating City

Image
Sebagai Ibu Kota Provinsi Banten, Kota Serang, di bawah kepemimpinan Walikota Syafrudin, di tahun keduanya mulai berbenah menata kotanya menjadi kota yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satu konsepnya adalah Kota Terapung yang dialokasikan di Teluk Banten. Kota Terapung sebenarnya bukan sebuah konsep baru. Di beberapa negara, seperti Perancis sudah mulai mendesain Kota Terapung yang bernama Polinesia. Bahkan  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkap rencana pembangunan kota terapung yang didesain oleh firma Bjarke Ingels dan Oceanix yang diberi nama Oceanix City. Kota yang mengapung di atas laut, telah lama menjadi mimpi yang dianggap fenomenal bagi para arsitek yang berpikiran milenial dalam menyikapi dampak perubahan iklim dan keterbatasan lahan. Di Indonesia, potensi yang paling besar untuk dijadikan sebagai kota terapung adalah Kota Serang. Selain sebagai Ibu Kota Provinsi, Kota Serang memiliki semua modal sosial, sejarah dan sumber daya alam. Modal sosi...

12 KILOMETER NASKAH NUSANTARA DI LEIDEN

Image
*Catatan DR. Mufti Ali, PHd - Peneliti/Ahli Sejarah Ribuan naskah kuno nusantara di Belanda. Jika ditata sejajar bisa sepanjang 12 Km. Itu diungkapkan Rektor Universitas Leiden, Profesor Carel Stolker, saat berkunjung di Gedhong Jene Keraton Kesultanan Yogyakarta, Kamis (27/2/2014). Stolker ke Yogyakarta untuk bertemu Gubernur DIY sekaligus Sultan Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Selain konservasi naskah, Belanda giat melakukan digitalisasi. Naskah itu kini sebagian dapat diakses secara online. Tidak mengherankan, mengapa perpustakaan Universitas Leiden jadi buah bibir di kalangan peneliti Indonesia. Karena Perpustakaan Universitas Leiden didirikan sejak tahun 1575. Perpustakaan ini dianggap sebagai tempat paling signifikan dalam repositori budaya Eropa. Perpustakaan menyimpan warisan dokumenter sejak Zaman Pencerahan. Bahan perpustakaan yang disimpan meliputi sekitar 5,200,000 volume, 1,000,000 e-book, 20,000 serial saat ini, 40,000 e-jurnal, 60,000 manuskrip Ba...

Sedekah Mata Air dan Oksigen

Image
Keren nih buat nambah daftar kebaikan di Curriculum Vitae, "Gue sudah sedekah mata air dan oksigen sebanyak 10 bibit bambu!" 1 bibit bambu, akan jadi minimal 10 batang bambu. 1 batang bambu, bisa memenuhi kebutuhan air bersih dan oksigen untuk 2 org/hari. Cara terbaik dan tercepat melawan perubahan iklim adalah dengan menanam bambu, untuk di Jabar, akan kita mulai tanam di Punclut, silahkan yang mau nyumbang hubungi kontak yang ada di google doc ini. Halo teman-teman ITB 1995 di seluruh penjuru bumi ! Tanpa terasa, di tahun 2020 mendatang, sudah 25 tahun berlalu sejak kita menginjakkan kaki di Kampus Ganesha tercinta. Untuk memperingatinya, serangkaian acara akan diluncurkan dalam rangka Reuni Perak 95 (Rp 95). Salah satunya adalah program penghijauan di beberapa lokasi terpilih di Jawa Barat, dengan cara menanam pohon bambu yang nantinya akan menambah persediaan mata air dan oksigen untuk bumi. Target final kita adalah  menanam total sebanyak 9...

Taksonomi Cemanggeng, Bambu Asli Sumatera, Hidup di Rawa dan Pas untuk Sedotan

Image
Akhirnya, dapat juga Bambu Cemanggeng yang sudah lama diincar untuk dibibitkan. Bambu Cemanggeng merupakan salah satu jenis bambu asli Sumatera Indonesia yang hidup di rawa-rawa. Batangnya kecil dengan lapis lilin dan berwarna hijau agak gelap dengan diameter sekitar 0.5 cm sampai 2 cm. Ruasnya panjang sekitar 10 cm sampai 30 cm. Sangat pas sekali sebagai bahan baku sedotan. Buku-buku nya dikelilingi bulu-bulu halus berwarna putih. Di tiap ruasnya yang masih muda, terdapat kelopak yang ujungnya meruncing berbentuk segitiga dan ada bulu-bulu hitamnya. Meskipun batangnya kecil, bambu ini memiliki daun yang besar seperti umumnya bambu yang berbatang besar. Warna rebungnya hijau gelap dengan bentuk ujungnya seperti tombak. Banyak kejadian aneh untuk mendapatkan Bambu Cemanggeng ini. Berawal dari pesan Bunda Bambu Indonesia, Ibu Elizabeth A. Widjadja, bahwa ada bambu asli Sumatera di pinggir jalan raya lintas Timur Sumatera, dekat dengan Kawasan Peternakan Sapi, wilayah Gunung Su...