Bandung dan Jejak Para MantanKu
Setiap ke Bandung, Aing selalu punya rasa yang tidak pernah hilang. Ceuk Aing, Bandung itu bukan hanya sebuah Kota Paris Van Java ceunah, tapi sebuah cerita yang tidak pernah selesai. Cerita itu dimulai ketika Aing dipindahkan ke Bandung dari Serang Banten. Masih kecil sekali untuk ukuran anak kost, masih kelas satu SMP. Biasanya anak kost itu kalau sudah mulai kuliah, atau paling banter anak SMA. "Klemen kite dipindahaken yah..." Gerutu Aing dalam Bahasa Jawa Serang. "Supaya jadi orang! Tidak seperti kakak-kakak mu yang lain..." Kata Kakak laki-laki tertua Aing. Oiya, Aing itu anak ke delapan dari 9 bersaudara yang masih hidup saat itu. Anak pertama perempuan, yang kedua sampai ke sembilan semuanya laki-laki. Kebayangkan ramenya keluarga Aing. Hampir semuanya berjarak 2 tahun, kecuali Aing jeung Adi, berjarak 4 tahun. Makanya dulu dikira anak bungsu, karena biasanya selang 2 tahun sudah lahir lagi anak berikutnya. Jadilah Aing anak pengais bu...