Posts

Showing posts with the label museum

Kota Terapung, Bantam Floating City

Image
Sebagai Ibu Kota Provinsi Banten, Kota Serang, di bawah kepemimpinan Walikota Syafrudin, di tahun keduanya mulai berbenah menata kotanya menjadi kota yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satu konsepnya adalah Kota Terapung yang dialokasikan di Teluk Banten. Kota Terapung sebenarnya bukan sebuah konsep baru. Di beberapa negara, seperti Perancis sudah mulai mendesain Kota Terapung yang bernama Polinesia. Bahkan  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkap rencana pembangunan kota terapung yang didesain oleh firma Bjarke Ingels dan Oceanix yang diberi nama Oceanix City. Kota yang mengapung di atas laut, telah lama menjadi mimpi yang dianggap fenomenal bagi para arsitek yang berpikiran milenial dalam menyikapi dampak perubahan iklim dan keterbatasan lahan. Di Indonesia, potensi yang paling besar untuk dijadikan sebagai kota terapung adalah Kota Serang. Selain sebagai Ibu Kota Provinsi, Kota Serang memiliki semua modal sosial, sejarah dan sumber daya alam. Modal sosi...

12 KILOMETER NASKAH NUSANTARA DI LEIDEN

Image
*Catatan DR. Mufti Ali, PHd - Peneliti/Ahli Sejarah Ribuan naskah kuno nusantara di Belanda. Jika ditata sejajar bisa sepanjang 12 Km. Itu diungkapkan Rektor Universitas Leiden, Profesor Carel Stolker, saat berkunjung di Gedhong Jene Keraton Kesultanan Yogyakarta, Kamis (27/2/2014). Stolker ke Yogyakarta untuk bertemu Gubernur DIY sekaligus Sultan Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Selain konservasi naskah, Belanda giat melakukan digitalisasi. Naskah itu kini sebagian dapat diakses secara online. Tidak mengherankan, mengapa perpustakaan Universitas Leiden jadi buah bibir di kalangan peneliti Indonesia. Karena Perpustakaan Universitas Leiden didirikan sejak tahun 1575. Perpustakaan ini dianggap sebagai tempat paling signifikan dalam repositori budaya Eropa. Perpustakaan menyimpan warisan dokumenter sejak Zaman Pencerahan. Bahan perpustakaan yang disimpan meliputi sekitar 5,200,000 volume, 1,000,000 e-book, 20,000 serial saat ini, 40,000 e-jurnal, 60,000 manuskrip Ba...

Ketika Cornelis De Houtman MenyapaKu di Teluk Banten (1596 - 2019)

Image
Pagi itu, pelabuhan Karangantu masih sunyi senyap. Banyak yang masih terlelap tidur setelah semalaman suntuk bergembira merayakan pergantian tahun baru. Hanya deru kapal nelayan yang sesekali melintas di kanal Karangantu. Semilir angin pagi membawaku kembali ke masa zaman Kesultanan Banten. Saat itu, tanggal 27 Juni 1596, telah mendarat 4 armada kapal dari Amsterdam di bawah pimpinan seorang penjelajah Belanda bernama Cornelis De Houtman. Meskipun hanya sebentar, karena di usir oleh Sultan Banten keempat, Abdul Mafakhir Mahmud Abdulqadir, Cornelis De Houtman dengan armada Belandanya menemukan jalur dan akhirnya tiba di Negeri Surga rempah-rempah. Dia adalah perintis dan pembuka jalan kolonialisme Belanda di Nusantara. Hai Rakyat Bantam! Kami kagum dengan ini tempat. Ramainya pelabuhan dengan kotanya yang besar, tertata baik, rapi dan dikelilingi tembok lebar dari bata merah, tidak jauh berbeda dengan kota tersibuk di Netherland, Amsterdam. Banyak kapal-kapal asing yang b...

Museum Bantam, Ide GilaKu, antara Konservasi, Restorasi dan Nostalgia

Image
Konsep Perencanaan Kawasan Museum Bantam Kawasan Museum Bantam (KMB) seluas 2 ha, terletak persis di tengah-tengah saluran Karangantu dan Kali Banten.  Kondisi eksistingnya berupa empang atau tambak Bandeng .  Bagian Utara, berbatasan dengan lahan Hidayat dan dibentengi oleh satu-satunya Hutan Mangrove yang ada di sekitar Pelabuhan Karangantu Teluk Banten. Di sebelah Selatan, berbatasan dengan lahan warga. Sedangkan sebelah Barat dan Timur, dibatasi oleh saluran tempat masuknya air laut untuk kebutuhan empang.  Oleh karena itu, supaya tidak menimbulkan perubahan ekosistem yang besar, dibuatlah konsep perencanaan KMB dengan sistem melayang. Dermaganya terletak di depan Hutan Mangrove. Bangunan utamanya merupakan replika dari salah satu kapal armadanya VOC yang berlabuh di Banten tahun 1596 dengan Komandannya Cornelis De Houtman. Akses dari dermaga ke bangunan utama menggunakan jalan layang. Dermaga, jalan layang dan bangunan utama menggunakan s...

Bambu, Solusi Tercepat untuk Pemerataan Kesejahteraan Bangsa Indonesia

Image
1. Mengapa Bambu? o    Bambu sangat dekat sekali dengan Kehidupan Rakyat Indonesia. o    Bambu ada di mana-mana, hampir 74.957 Desa ada bambunya. o    Bambu bisa tumbuh di mana-mana, bahkan di lahan yang sangat ekstrim pun bisa tumbuh. o    Bambu Indonesia, salah satu bambu terlengkap di Dunia, 11% jenis bambu Dunia ada di Indonesia. o    Bambu adalah material masa depan penganti kayu, logam, plastik, kapas, sutra, kaca, batu bara dan energi fossil. o    Bambu adalah bahan baku masa depan untuk tepung, kopi, teh, kosmetik, makanan, minuman, air sehat, pengobatan, pakan hewan, pupuk, pengawetan dan kesehatan. o    Bambu adalah tanaman paling cepat untuk konservasi lingkungan dan bisa dimanfaatkan untuk kedaulatan dan Ketahanan Sandang, Pangan, Papan, Energi, Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Pertahanan dan Keamanan. o    Bambu bisa memberdayakan banyak masyarakat, dari mulai ana...